Bunda Sebagai Agen Perubahan 

_Matrikulasi IIP batch #3_

_Nice HomeWork #9_
*BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN*

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai :
*PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE*
Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.
Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.
Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.
Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.
Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.
Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini: (karena pakai app di hp jdi tidak dpt membuat tabel dulu)

EMPHATY + PASSION = SOCIAL VENTURE 

Minat, Hobi, Ketertarikan: Rangkaian antara mengajar, memasak dan menulis

Skill, Hard, Soft : Memasak, Mendidik, dan Menulis Mudah memberikan solusi dan senang berbagi

Isu Sosial : Belum meratanya ilmu parenting dikalangan orang tua sekitar sedangkan anak butuh komunitas, Jajanan kurang sehat, 

Masyarakat : Anak2, Orang tua, Ibu Hamil dan Menyusui

Ide Sosial : Blog / Akun khusus Dunia Parenting dan Memasak khusus untuk keluarga. 

Sementara, itu ide sosial yg dapat dibagikan. Sasaran masyarakat sekitar yang tinggal di rumah blum dpt maksimal dikarenakan msih akan berpindah tempat dalam wakti dekat. Maka, masyarakat dunia maya yang notabene lebih luas menjadi sasaran saat ini. Prinsipnya, bisa tetap dan terus berbagi ilmu. Sesuai dengan talent dan kesempatan yg saya miliki. Bismillah… 

Niatan untuk membuat semacam akun instagram / facebook khusus sharing pengalaman pribadi ini sudah sangat lama terbesit namun ada kendala di rasa percaya diri. Timbu tenggelam perasaan “memang orang lain butuh pengalaman kita?” Malahenjadi tameng bagi diri sendiri. 

Melalui tahapan matrikulasi iip 1-9, saya menjadi lebih percaya diri, insyallah akan mengembangkan bakat saya disana untuk ranah domestik dan sosial. Bismillah.. tsumma bismillah.. lahaula.. 

Finally… 

Selamat menjadi agen perubahan
Karena
_Everyone is a Changemaker_
( Setiap orang adalah agen perubahan). 

Bandung,

25 Maret 2017 

11:40 pm. 

Sambil berjaga anak yang sedang flu 😊😊😊 

Misi Spesifik Hidupku

​Nice HomeWork #8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Saya memilih mendidik dan memasak 🙂 

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Sampai saat ini saya masih menginginkan fokuskan diri di dunia pendidikan anak dan keluarga secara lebih baik lagi. Menjadi pendidik home education di rumah sendiri. Orang tua yang membanggakan. 

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Melakukan pendidikan Home Education terbaik untuk anak-anak. 

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Keluarga Bahagia Dunia Akhirat.. 

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Keluarga Dunia Bahagia, Akhirat Surga

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Pola Home Education yang terukur dann terencana. Perangkat lunak dan keras tertata dengan baik. Anak kedua dan selanjutnya tinggal gunakan tools. 

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

ODOMA dengan anak2 berjalan dengan istiqomah. 

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH. 

Nice Homework #7 Tahapan Menjadi Bunda Produktif

TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF

Masuki ranah produktif dengan BAHAGIA. Sebuah kalimat sederhana namun penuh makna. Saya, sebagai salah seorang mantan wanita pekerja pernah merasakan dimana aktifitas produktif saya ternyata tidak mendatangkan kebahagiaan secara hakiki padahal mungkin menurut pandangan orang lain, posisi saya sudah sangat nyaman dan aman. Ini tentu sebenarnya berkaitan dengan Passion yakni panggilan hati. Justru sebaliknya, merasa bahagia manakala saya tidak melakukan aktifitas itu kembali.

Pembahasan ketujuh materi matrikulasi IIP ini sungguh membuat saya semakin penasaran dengan kekuatan diri yang dimiliki saat ini. Beberapa tahun lalu, saya pernah test kecerdasan dengan mesin Stifin dengan hasil Insting. Kali ini, IIP mengarahkan kami untuk mengetahui tipe kekuatan diri dengan metode Talents Mapping nya Abah Rama di http://www.temubakat.com. Semua dilakukan untuk menuju tahap Bunda Produktif. Jangan sampai kita salah jalan dalam mengisi detik-detik waktu produktif kita.

Setelah mengikuti tahapan test TM, ternyata hasilnya adalah sebagai berikut:

“PERSONAL BRANDING Rika Siti Syahidah”

AMBASSADOR – ANALYST – CARETAKER – EDUCATOR – JOURNALIST – MEDIATOR – SERVER

RIKA SITI SYAHIDAH. Anda adalah orang yang senang bersahabat. Senang melayani dan bertanggung jawab. Suka dengan angka dan data. Anda kurang yakin akan sesuatu yang sifatnya intuitif kecuali kalau anda juga punya bakat lainnya yang intuitif. Dapat merasakan perasaan orang lain baik sedang gembira maupun sedang sedih. Selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang. Senang mengkomunikasikan idenya. Suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur. Keras akan menghadapi orang namun tidak menyukai konflik. Suka melayani orang lain dan mendahulukan orang lain.

Strength Cluster: Servicing (Interpersonal, serving others) 29%, Networking (Interpersonal) 29%, Thinking (upper left brain) 14%, Elementary (Language & Administration) 14%, Headman (influencing others) 14%

Senyum-senyum sendiri ketika membaca hasil test TM ini. Hasilnya memang tidak jauh dengan tipe kecerdasan saya di Stifin yakni Insting. Tipe-tipe orang yang gak mau nyari susah dan maunya bahagia aja hehehhe… 😀 Senang bergaul, bersahabat dan jadi problem solver beberapa orang.

Maka dari itu, saya saat ini masih yakin dan semakin yakin untuk tetap produktif di ranah pendidikan anak sendiri dulu. Fokus mendidik anak-anak. Cita-cita kedepan masih sama yaitu punya Rumah Komunitas sendiri untuk membagikan ilmu ini. Komunitas anak-anak alias pengajian di rumah 😀

Pernah tidak PD dengan sering menulis di ranah publik, sekarang harus saya hilangkan. Ternyata saya punya kemampuan itu. Semua juga sesuai dengan cita-cita saya untuk istiqomah berbagi tulisan. Semoga bisa dimulai kembali.

Alhamdulillah, pada intinya saya semakin sadar dengan kekuatan diri saya ada di posisi mana. Dengan mengetahui STRENGTH TYPOLOGY ini saya semakin bisa menilai serta mengukur diri sudah sejauh mana mengoptimalkan karunia yang Allah berikan kepada saya. Muhasabah diri…

Refleksi dari Test TM ini cukup sekian dulu ya.. kepala mulai terasa pusing kembali.. hehe.. Perjuangan mengerjakan NHW kali ini ialah bertarung dengan sakit kepala karena flu juga badan yang sudah letih merawat dua pasien demam batuk pilek seminggu ini hehe.. curi-curi waktu Alhamdulillah dapatkan waktu yang tepat 🙂

Selanjutnya, untuk memilih-memilah aktifitas produktif saya, saya dihimbau untuk membuat kuadran aktivitas. Berikut tabelnya:

  BISA TIDAK BISA
SUKA Mengajar

Memasak

Mengorganisir rumah dan kegaiatan keluarga

Menulis

Crafting

Fotografi

Dunia Kesehatan

 

TIDAK SUKA Membaca ;p

Menyetrika

 

Mengatur keuangan

 

 

 

NICE HOME WORK #6 BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

Pekan ini, Alhamdulillah kita memasuki tahap “Belajar menjadi manajer keluarga handal”. Materi ini akan mempermudah kita untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah kita mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Dikatakan bahwa ada satu hal yang dapat mengganggu proses kita menemukan peran hidup, yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutinitas membuat kita merasa sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Alhamdulillah.. Materi ini menuntun saya untuk dapat menghindari terjebak dalam sebuah RUTINITAS tersebut. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Tuliskan 3 aktifitas yang paling penting dan 3 aktifitas yang paling tidak penting

 

3 Aktifitas paling penting yang menjadi prioritas saya saat ini adalah:

  • Anak Belajar dan Ceria : menemani Zulfikar bermain dan belajar (hadir sepenuh jiwa dan raga)
  • Tilawah dan Kajian Ilmu: tilawah setiap shubuh dan menjelang maghrib (sambil menunggu suami pulang, tilawah minimal setengah juz) dan kajian ilmu (minimal satu minggu sekali setiap ahad untuk ilmu agama dan selasa untuk ilmu parenting)
  • Memasak Menu Sehat : setiap hari harus menyiapkan menu sehat untuk anak dan suami dari dapur sendiri

3 Aktifitas yang paling tidak penting:

  • Scrolling HP sampai lupa waktu

 

  1. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Alhamdulillah.. yang dirasakan saat ini adalah saya sudah mampu melaksanakan 3 hal penting diatas dengan baik (untuk saat ini). Biasanya, sebelum dzhur, saya sudah merampungkan ketiga aktifitas diatas. Adapun ba’da dzhur hingga menjelang maghrib (saat suami pulang) adalah meneruskan permainan, istirahat siang atau memasak sedikit menu tambahan yang lebih nikmat disajikan fresh sesaat sebelum dimakan.

 

  1. Jadikan 3 aktifitas penting menjadi aktifitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya agar selaras!

Insyallah.. akan saya terus lakukan ketiga aktifitas ini. Dengan banyak bermain dan belajar dengan Zulfikar, juga kajian ilmu dan memasak, saya akan semakin handal menjadi Ibu Profesional untuk keluarga saya. Dunia Bahagia, Akhirat Syurga.

 

  1. Kumpulkan aktifitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu” dan patuhi cut off time

Mengadopsi istilah Ibu Septi, 7 to 7, saya akan coba aplikasikan ke dalam kegiatan harian saya. Sama menggunakan angka, namun berbeda di jam nya. Saya gunakan durasi 3 jam di setiap aktifitasnya.

  • 3 to 6 : Waktu untuk “PERSIAPAN DIRI” diantaranya tahajjud, tilawah, review pelajaran, membaca buku, dan mandi pagi
  • 6 to 9 : Waktu untuk “PERSIAPAN ANAK DAN SUAMI” diantaranya sarapan, bekal suami, mandi dan makan anak.
  • 9 to 12 : Waktu untuk “LEARNING TIME” diantaranya standar pagi (membereskan rumah standar pagi dan memasak) dan bermain dengan Zulfikar.
  • 12 to 15 : Waktu untuk “ISTIRAHAT” diantaranya membaca buku santai, tidur siang, atau sekadar menyetrika sambil memperhatikan anak bermain bebas.
  • 15 to 18: Waktu untuk “EVENING TIME” diantaranya mandi sore, melanjutkan permainan yang belum selesai juga memasak menu tambahan jika ada.
  • 18 to 21 : Waktu untuk “QUALITY TIME FAMILY” diantaranya bercengkerama hangat ayah, ibu, dan anak. Sekadar berbagi cerita dan pengalaman atau melaksanakan aktifitas bersama yang bermakna. Hindarkan gadget di jam rawan ini. Inilah waktu bersama harian yang tak lama. Biasanya Zulfikar maksimal sudah tidur di pukul 20.00. Waktunya istirahat malam. Batas maksimal bergadang demi kepentingan rumah atau kantor yang belum terselesaikan adalah pukul 22.00

 

  1. Jangan izinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian Anda

NO SCROLLLING GADGET!! Hanya menghabiskan waktu dan tak bermanfaat. Membaca timeline yang tidak meningkatkan kualitas diri dan keluarga. Tentukan tema apa yang dicari jika hendak membuka HP. Sekedar membaca chatting WA atau mengangkat telepon. Free Time untuk gadget adalah setelah anak tidur, itupun sekadarnya.

 

  1. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.

Poin 4 sudah mewakili jadwal harian saya. Insyaallah..

 

  1. Amati selama satu minggu pertama. Apakah terlaksana dengan baik? Jika tidak segera revisi. Jika baik lanjutkan hingga 3 bulan kedepan.

 

Semangat Ibu Profesional!

Bismillah..

NHW #5 Learning How to Learn

Bismillah. Di perjalanan sore ini menuju acara pembukaan Musuawarah Wilayah VI Himi Persis Jawa Barat, saya tuangkan ide dan gagasan juga aliran rasa akan pekerjaan rumah yang manis ini sedikit demi sedikit. Merasa tak nyaman karena melewatkan NHW #4 pekan kemarin, dikarenakan kesibukan yang lain menjadikan saya semakin terpantik untuk menyelesaikan kuliah online ini dengan semangat belajar materi per materi. Dibaca, dipahami, dihayati, dimaknai, dan diamalkan sedikit demi sedikit. 

Kuliah online ini adalah goal pribadi saya di tahun 2017 ini. Sekuat tenaga harus terselesaikan dan dapat mengamalkan ilmunya. 

Sampai kepada materi kelima tentang belajar cara belajar. Banyak poin yang didapatkan. Salah satunya yang beratsar dihati adalah kita harus memiliki cara belajar yang berbeda agar mendapatkan hasil yang berbeda pula. Dengan istilah, “Meninggikan gunung dan bukan meratakan lembah” sungguh menjadikan saya semakin tertampar.. bagaimana selama ini saya mendidik saya pribadi juga mendidik anak sendiri. Menjadi introspeksi, muhasabah, berfikir, apapun itu namanya, saya jadi merenung sendiri. 

“Bagaimana cara belajar saya?”

Berlandaskan materi yang disampaikan, maka saya akan menuangkan hasil muhasabah terhadap cara belajar saya sendiri juga untuk keluarga yakni suami dan seorang anak usia 19 bulan juga janin usia 5 bulan dalam kandungan.  

Inilah Design Pembelajaran Rika dan Keluarga:

3 Hal persiapan : 

1⃣Belajar hal berbeda        

2⃣ Cara belajar yang berbeda

3⃣Semangat Belajar yang berbeda
🍀 *Belajar Hal Berbeda*

🍎Menguatkan Iman

Tilawah setiap hari adalah nutrisi hati yang tidak boleh terlewatkan. 

Kajian ilmu agama; online maupun offline. 

Ingat Allah (tadabbur alam) dimanapun berada. 

🍎Menumbuhkan karakter yang baik.

Membiasakan berkata Maaf, Permisi, Terima Kasih disertai ekspresi wajah yang sesuai. 

🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

Ini adalah jawaban dari hasil belajar setiap harinya. Sejauh ini dunia Tulisan memang masih menjadi panggilan hati pribadi. 
*Cara Belajar Berbeda*

Konsep 5W+1H diterapkan disetiap kegiatan yang dilaksanakan di rumah, baik itu untuk pribadi, anak, maupun pasangan. 

*Semangat Belajar Yang berbeda*

Mulai hari ini, teruslah berpikiran positif bahwa setiap diri kita memiliki banyak kelebihan. Jangan berfokus pada kekurangan. Apa kelebihanku? Apa kelebihan pasanganku? Apa kelebihan anakku? Seperti yang telah disampaikan di NHW sebelumnya. Yuk ahh diingat lagi, Rika! 

Ingat; Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah. 

Akhirnya, Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?

Caranya adalah buat diri sendiri terlebih dahulu suka belajar. Belajar yang berbeda. Tak sekedar menerima ilmu tapi juga menikmati prosesnya. Menggali juga mengembangkan materi yang didapat menjadi sebuah amalan yang konsisten. Itu! 

Semoga saya bisa menjadi teman belajar pasangan juga anak2 kelak. Segala hal yang telah direncanakan dan dibuat menjadi customize curriculum ini bisa terlaksana dengan istiqomah. Aamiin. 

Semangat menjadi Ibu Profesional!! 

Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Nice Homework #3

Membangun Peradaban dari dalam Rumah

Berbicara tentang peradaban dari dalam rumah, secara tidak langsung saya seperti dituntut untuk terus membenahi diri, memperbaiki diri, dan meningkatkan diri agar dapat terus berbagi, terkhusus dengan anak dan suami. Semakin menohok, manakala disampaikan bahwa rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan keluarganya menuju peran peradabannya. Makin merasa diri ini tak dapat diandalkan dan tak kompeten menjalaninya.

Saya, sebagai istri dan ibu yang seharian tinggal di rumah, menjadi sangat “panik” manakala mendapatkan ilmu ini. Sebelum menikah, tidak sampai merasa sepenting ini pendidikan di rumah yang dipegang oleh seorang ibu untuk kemajuan peradaban dunia,. Bagaimana ini kedepannya? Saya harus bertanggung jawab atas peradaban diri sendiri juga anggota keluarga.

Sebagai muslim, saya menjadi tenang kembali. Allah Sang Pemberi Amanah pemegang kunci peradaban ini tentu tak memberikan amanah tanpa arahan dan kasih sayang. Jelaslah dalam Al Quran dan Al Hadits kemana arah tujuan kita berjalan agar tercipta peradaban yang beradab. Saya pun tidak sendiri. Allah hadirkan partner berjuang di jalanNya. Seorang partner yang tidak pernah ada duanya. Dia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, diciptakan untuk melengkapi kelebihan dan kekurangan kita. Semua adil. Tidak harus sama. Tapi semua terasa.

Membangun peradaban dari dalam rumah dapat dilaksanakan dengan menjawab beberapa pertanyaan yang telah dirumuskan. Rumusnya adalah:

  1. Temukan potensi unik kita dan suami
  2. Temukan keunikan positif kita
  3. Lihat anak-anak kita
  4. Lihat lingkungan kita hidup

Menjawab semua pertanyaan ini tak semudah menjawab pertanyaan siapa namamu. Dibutuhkan pemikiran mendalam serta pengukuran diri dan keluarga yang cermat dan tepat. Saya pribadi, tak merasa sulit manakala harus menjawab keunikan anak dan suami. Namun dikala yang ditanya diri sendiri, fokuspun langsung terbagi. Saya memang merasa belum mendapatkan secara khusus keahlian dan keunikan positif sendiri.

Potensi unik saya dan suami. Kami berdua senang berbagi. Berbagi dengan cara apapun yang kami senangi dan miliki. Kami berdua senang membahagiakan orang lain. Kami berdua tipe pasangan yang serius tapi santai.  Tidak begitu yakin, apakah ini keunikan postif atau tidak. Namun, saat kami menjalankan kehidupan rumah tangga kami seperti ini, baik terhadap keluarga maupun lingkungan, kami merasa nyaman dan bahagia. Boleh dibilang, kami senang melihat orang lain bahagia.

Apa alasan kuat yang  menjadikan saya berani memutuskan menjadikan suami saya saat ini sebagai pasangan hidup? Saya mencoba menerawang kembali masa lalu. Tak lama saya mengingatnya, ya hanya AGAMA jawabannya. Tidak ada yang menjadikan saya mencintainya melainkan melihat perwujudan cintanya kepadaNya tak terbantahkan. Terlihat dari ibadahNya juga hubungannya dengan ibunya. Ibu, dia sangat mencintainya dan berusaha shalih untuknya, sudah sangat cukup bagi saya untuk menerimanya menjadi pasangan hidup. Silaturahmi dengan ibu baik, insyallah dengan Sang Maha Pencipta juga kelak dengan isteri dan anak-anaknya akan baik pula. Begitu sederhananya pemikiranku saat itu. Walhamdulillah, setelah tiga tahun bersama, semua Allah kabulkan dengan nyata.. Dia mampu membimbingku juga mengajariku makna silaturahmi yang sebenarnya..

Maka, semakin hari semakin terbuka tabir rahsiaNya mengapa saya dipertemukan denganNya. Dialah yang dapat menemani, mengajak, membimbing dan memimpin rumah tangga kami meuju peradaban yang diidami. Walau tentu saja kami jatuh bangun yang sering jatuhnya dalam menjalani peran ini, kami terus berusaha memperbaiki diri dan membenahi diri.

Hingga kini, hadirlah diantara kami seorang buah hati yang genap 19 bulan usianya juga janin yang genap 5 bulan usianya. Betapa Allah menaruh kepercayaan besar kepada kami untuk mengantarkan dua buah hati kami menuju peran peradabannya melalui tangan kami berdua. Melihat ke dalam diri, tentu kami merasa jauh dari kata sempurna untuk merasa dapat mengantarkan anak-anak kami menjadi insan terbaik. Namun Allah Maha Baik. Dia percaya, berarti kami bisa. Insyaallah…

Hari ini.. saya ingin memulai peradaban dari dalam rumah ini berjalan dengan baik..

SURAT CINTA UNTUK SUAMI; ini adalah langkah pertama menumbuhkan kembali rasa cinta yang terus jatuh setiap harinya 🙂 Pernah suatu ketika ku kirimi dia surat cinta tanda terima kasih telah menjadi suami dan ayah yang baik untuk saya dan anak kami; kulihat dia bahagia dan tak menyangka akan mendapatkan kejutan secarik kertas cinta dibalik bekal makan siangnya 🙂 Setelah ini, akan saya kirimi lagi dia surat cinta dengan settingan yang berbeda.. Semoga akan lebih berkesan dan terkesan 🙂

Anak kami, Zulfikar. Di usianya yang merayap melangkah menuju 2 tahun, belum banyak dapat kusimpulkan apa karakter uniknya. Namun, tentu ada beberapa karakter dan potensi yang sudah terlihat. Dia yang penurut, sabar, ceria, shalih dan anteng sudah sangat cocok untuk mendapatkan predikat sebagai seorang kakak. Maka dari itu, mungkin Allah percayakan kembali kepada saya untuk segera hamil anak kedua walau jaraknya sangat berdekatan. Kami yakin, Zulfikar dapt menjadi seorang kakak.

Kami, sebagai keluarga hijrah dari kota kampung halaman, belum dapat menjadikan lingkungan sebagai penunjang pendidikan rumah kami. Secara keluarga inti, insyallah sudah sangat siap untuk menjadi partner pendidikan rumah anak-anak kami kelak. Syukur tiada henti manakala mengingat Allah hadirkan di sekitar kami dua keluarga besar yang dapat diajak kerjasama membesarkan dan mendidik anak-anak kami. Kedepannya semoga kelak dapat membangun lingkungan yang positif dengan juga berbagi ilmu di rumah, seperti mengadakan pengajian anak-anak sekitar dan taman baca atau bermain. Semoga dapat segera terwujud. Aamiin.

Semakin jauh, semakin berat ternyata materi matrikulasi menuju Ibu Profesional ini. Setiap detiknya, senantiasa berdoa semoga Allah terus membersamai diri ini yang kerdil jua alpa untuk terus tangguh dan kokoh mendirikan rumah peradaban ini. Allah… ‘alaika tawakkalnaaa….

 

Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Nice Home Work #2

Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Bismillahirrahmanirrahim.

Kembali berkutat dengan NHW yang mepet-mepet waktu pengerjaannya. Hmmm, rasanya dulu sebelum menikah dan punya anak saya termasuk yang rajin mengerjakan Pekerjaan Rumah dari sekolah. Semangat dan tidak ingin kalah cepat mengumpulkan dengan teman yang lain. Nah sekarang koq jadi mepet-mepet terus ya..? Hmm.. perlu dievaluasi lagi untuk NHW berikutnya nih..!!!

Materi Kulwap yang kedua adalah tentang bagaimana menjadi Ibu Profesional kebanggaan keluarga. Materi ini menjelaskan bahwa seorang ibu profesional itu definisinya adalah seorang ibu yang bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya serta senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik. Tidak hanya definisinya saja. Namun juga disertai dengan tahapan mencapai Ibu Profesional. Terdiri atas empat tahap, yakni Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, dan Bunda Shaleha. Setiap tahapan memiliki indikatornya masing-masing.

Pada intinya, materi ini mengajarkan kepada saya bahwa menjadi seorang ibu profesional itu tidak bisa dadakan. Haruslah terstruktur strateginya pula langkah-langkah kedepannya. Bukan hanya diri pribadi yang perlu merasakan keberhasilan tahapan ini, tapi juga member utama dari seorang ibu itu sendiri yakni suami dan anak-anaknya.

Bismilllah, semoga saya dapat menjadi seorang Ibu Profesional. Berikut cheklist indikator profesionalisme perempuan saya (dibuat untuk 6 bulan kedepan) :

a. Sebagai Individu

No. Indikator
1. Tilawah Al Quran sehari setengah juz
2. Sholat tepat waktu
3. Belajar ilmu parenting seminggu sekali
4. Membuat tulisan seminggu sekali

b. Sebagai istri

No. Indikator
1. Berikan senyuman setiap pertemuan
2. Ikut kajian ilmu agama sebulan 4 kali
3. Curhat setiap kali ayah pulang kantor

c. Sebagai ibu

No. Indikator
1. Mengadakan satu hari satu permainan (ODOMA)
2. Membuat jadwal kegiatan harian (selesai sabtu, 11-2-17)
3. Murojaah surat setiap hari
4. Tilawah/Murottal  Al Quran setiap hari

 

Universitas Kehidupan

Nice Home Work #1

Adab Menuntut Ilmu

Bismillahirrahmanirrahim.

Welcome to the Matrikulasi, Rika! Finally, Alhamdulillah saya pribadi dapat mengikuti kelas matrikulasi ini yang sebenarnya sudah masuk di batch #2 namun tidak lulus dan masuk ke kelas remedial nasional. Bukan masalah. Hanya saja memang percepatan waktu yang diharapkan tidak dapat terlaksana dikarenakan kondisi fisik dan psikis yang belum pas dengan situasi kelas matrikulasi yang harus penuh dengan konsentrasi dan aktualisasi.

Bertepatan dengan dimulainya kelas matrikulasi batch #2 tiga bulan kemarin, alhamdulillah saya diamanahi kembali untuk merasakan kehamilan; anak kedua. Kondisi fisik yang mudah letih, lesu, tidak karuan di tiga bulan pertama itu membuat saya tidak dapat fokus untuk mengikuti kelas matrikulasi. Akhirnya saya berdamai dengan diri, bahwa Insya Allah akan ada waktu yang tepat untuk mengikuti pembelajaran (yang telah dinantikan) ini.

Tibalah hari ini waktunya, saya kembali bergabung di kelas ibu-ibu yang memang belum berkesempatan lulus di kelas sebelumnya. Hikmahnya, lebih banyak kawan dari berbagai kota karena ini kelas Remedial Nasional. Sangat berharap banyak kepada diri sendiri, juga kondisi untuk terus dapat mengikuti kelas ini sampai dengan selesai. Allah semoga mengizinkan. Aamiin.

Bahagia rasanya diri ini kembali merasakan “belajar di kelas” dengan guru dan teman yang ada. Menerima berbagai materi, menuliskannya kembali, membuat catatan, menghafal juga membaca literatur-literatur lain yang berkaitan dengan ilmu yang disampaikan. Walau kini, definisi kelas bagi saya sudah jauh berbeda ketika sebelum menikah apalagi setelah memiliki seorang anak. Kelasku kini dimulai dan diakhiri kapan saja, sesuai dengan situasi anak yang dapat disambil atau tidak. Kelasku kini tak beruang nyata namun dunia maya. Kelasku kini tak ramai seperti di sekolah. Kelasku kini aku yang mengelolanya sendiri, mau berjalan atau tidak. Kelasku, kini jelas berbeda.

Hal baru ini membuat saya harus banyak beradaptasi. Tipe pembelajar visual ini harus berusaha keras menjadi pembelajar mandiri, membaca dan membaca dengan baik dan benar. Melihat screen percakapan kelas terkadang menjadi hamabatan tersendiri dikarenakan perlu lebih lama mencerna ilmu yang disampaikan. Kecanggihan peralatan yang digunakan pun sangat menunjang keberhasilan kelas ini. Meski demikian, semua hambatan itu kini luluh tak bertuan dikarenakan materi pertama dalam kelas matrikulasi ini, yakni ADAB MENUNTUT ILMU.

“Menuntu ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita.” Kalimat inilah yang menjadi pembakar semangat diri untuk terus menuntut ilmu, bagaimapun caranya, dimana saja, kapan saja, dan apapun kondisinya. Sejatinya, hidup mulia itu lebih diidamkan ketimbang hidup begitu-begitu saja. That’s the point!

Mengikuti kelas pertama di hari senin, 23 Januari 2017 kemarin, barulah hari ini, di penghujung pekan ini saya baru dapat mencerna lebih benar materi, meresume, dan mengerjakan PR nya yang disebut Nice Home Work. Woow.. it’s really cool, right?! disingkat menjadi NHW. Untuk menyelesaikan NHW ini saya perlu membuat terlebih dahulu mind mapping universitas kehidupan saya pribadi. Mengapa? karena tugas ini berkaitan erat dengan satu jurusan ilmu yang ingin serius ditekuni selama menjalankan universitas kehidupan ini. Berdasarkan coretan mind mapping itulah, berikut saya uraikan jawaban untuk NHW #1 ini:

  1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini.

UNIVERSITAS KEHIDUPAN; sejatinya berjalan setiap waktu. Gurunya siapa saja. Usahakan cari yang expert dan berpengalaman di bidangnya. Ujiannya mendadak sehingga diperlukan belajar setiap hari. Hendak meraih gelar Ibu Profesional, sehingga tujuan paling utama yakni suami semakin sayang. Ilmu yang dimiliki dari universitas kehidupan haruslah bermanfaat untuk orang lain. GOAL UNIVERSITAS KEHIDUPAN seorang Rika adalah Dunia Bahagia, Akhirat Surga.

Dunia Bahagia:

  • Kehidupan Silaturahmi

Rumah tangga (suami dan anak-anak), keluarga (orang tua, mertua, adik kakak, keponakan dan ipar), sahabat/teman, dan tetangga.

  • Finansial

Cost bulanan sesuai anggaran, nabung bisa jadi habbit, ketagihan infaq dan shodaqoh, dan punya self income (tidak dalam waktu dekat).

  • Peningkatan Diri

belajar tematik dengan guru dan bisa kembali mengajar.

Akhirat Surga:

  • ALLAH SUKA dan ALLAH BANGGA
  • Ridho dan Bahagia Suami no.1
  • Mencetak generasi shalih
  • Amalan yaumiyyah pribadi yang istiqomah

Merenung dan berpikir dalam, semua GOAL Universitas Kehidupan itu akan dapat ditempuh hanya dengan menekuni ILMU AGAMA dan ILMU RUMAH TANGGA (Parenting, Financial, dll)

  1. Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

GOAL UNIVERSITAS KEHIDUPAN seorang Rika adalah Dunia Bahagia, Akhirat Surga.

  1. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut.

Strategi yang akan direncanakan adalah FIND & SHARE

FIND: Bergabung dengan komunitas IIP (sudah) dan Mengadakan pengajian di rumah (rencana)

SHARE: Berbagi ilmu dengan suami setiap satu minggu sekali

 

  1. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan apa saja yang akan Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

 

Lakukan perubahan untuk diri sendiri dengan : Benahi diri, Hargai waktu, Semangat berbagi

 

Sekian NHW #1 saya buat. Baru pertama kali ini mengerjakan pekerjaan rumah dari “sekolah” yang harus dibuktikan pula dalam aksi nyata kehidupan sehari-hari dengan komitmen dan konsitensi tinggi. Semua rencana ini saya serahkan kepada Allah SWT Sang Maha Memudahkan dan Maha Mengabulkan. Mohon doa juga dari para guru Institut Ibu Profesional untuk keberkahan ilmu ini serta tak lupa dukungan dari partner sejati, suami tercinta, Muhamad Fadli Azim, untuk senantiasa membersamai isterinya dalam mewujudkan ilmu yang telah didapatkan. Kelak, berharap semua ilmu ini akan bermanfaat untuk anak-anak khususnya, umumnya orang-orang disekitar saya. Aamiin.

 

Jakarta, 28 Januari 2017

 

Link Baru; Cerita Baru

Dapat menulis walau sekedar cerita harian itu rasanya bahagia sekali. Setelah tersendat hampir tiga minggu karena anak sakit serta bolak-balik Jakarta Bandung yang beruntutan. Jika sudah di Bandung ya silaturahmi sana-sini. Begitu balik Jakarta, ya lelah dan beres-beres rumah yang telah ditinggalkan seminggu lamanya 😀

Maka, tadi malam lah akhirnya menemukan kesempatan kembali menulis walau isinya hanya kisah pengalaman sehari-hari. Semoga dapat terus menebar manfaat walau hanya satu kalimat. Semangaattt!!! 😀

Hasil semedi semalam ;p

https://ummikepo.wordpress.com/2016/04/05/daddys-kitchen/

https://ummikepo.wordpress.com/2016/04/05/cemilan-anak/

https://ummikepo.wordpress.com/2016/04/05/bala-bala-mamah-makanan-tak-ada-duanya/

https://ummikepo.wordpress.com/2016/04/05/arabic-expo/

https://ummikepo.wordpress.com/2016/04/05/menu-cepat-saji/

https://ummikepo.wordpress.com/2016/04/05/link-baru-cerita-baru/

Daddy’s Kitchen

Hari itu, sebulan yang lalu, Ayah menawarkan diri untuk memasak full di dapur untuk makan kita hari itu. Tanpa berpikir panjang, langsung saya terima tawarannya yang sangat menggiurkan. Hehehe.. Ibu rumah tangga mana yang senang diberi bonus libur memasak 😀 Ayah tau aja ummi pengen langsung ‘ammm’ hehehe..

Ayah memilih menu favoritnya yaitu tumis kangkung dan tempe mendoan. Saya tidak bisa berbohong. Suami saya memang punya keahlian memasak yang lumayan bagus untuk ukuran seorang lelaki kantoran, hehe. Seringkali juga dia memberikan ide masakan apa yang enak untuk sehari-harinya.

Hari itu, alhamdulillah, kami dapat menikmati rezeki dari Allah berupa nikmat sehat, makan nikmat dan kebersamaan keluarga. Terimakasih Ayah 😀 Kita semua senang, apalagi ummi, hehehe… Rasa masakan nikmat ditambah makan berdua tanpa khawatir maksiat, ehh… hehehe ^^

Hadzaa min fadhli robii.. alhamdulillah..

IMG_20160306_082858